Jumat, 15 Desember 2017



MODEL PEMBELAJARAN TERPADU FRAGMENTED (TERPISAH) DAN CONNECTED (KETERHUBUNGAN)

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas dari Ibu Rokayah, M.Pd. mata kuliah Pembelajaran Tematik Terpadu


Oleh :

Farida Ulfah


PGSD Unit Cimanggung
Semester 5/Tingkat III
2017/2018


BAB I
Pendahuluan

A.    Latar Belakang
Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran tutorial. Model pembelajaran mengacu pada pendekatan pembelajaran yang digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pengajaran, pengelolaan kelas
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian model pembelajaran Fragmented dan Connected?
2.      Apa manfaat model pembelajaran Fragmented dan Connected?
3.      Apa kelebihan dan kelemahan model pembelajaran Fragmented dan Connected?
4.      Bagaimana penerapan model Fragmented dan Connected di SD?
C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian model pembelajaran Fragmented dan Connected.
2.      Untuk mengetahui manfaat model pembelajaran Connected dan Fragmented.
3.      Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan model pembelajaran Fragmented dan Connected.
4.      Untuk mengetahui penerapan model Fragmented dan Connected di SD.



BAB II
Pembahasan

A.   MODEL FRAGMENTED (TERPISAH)


Model Fragmented adalah susunan kurikulum tradisional yang memisahkan berbagai macam disiplin ilmu. Di dalam kurikulum standar, berbagai mata pelajaran diajarkan secara terpisah dan sama sekali tidak ada usaha untuk menghubungkan dan menggabungkan pelajaran-pelajaran tersebut.
Setiap mata pelajaran diajarkan oleh guru yang berbeda dan mungkin pula ruang yang berbeda. Setiap mata pelajaran memiliki ranahnya tersendiri dan tidak ada usaha untuk mempersatukannya.
Berdasarkan pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa model fragmented ini menunjukkan pengintegrasian secara implisit di dalam satu displin ilmu tertentu (intra disiplin). Di dalam masing-masing disiplin ilmu itu memiliki bagian-bagian atau bidang-bidang ilmu yang merupakan satu kesatuan dalam bidang ilmu tersebut. Misalnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesi terdapat lima aspek yaitu: Berbicara, menulis, menyimak, membaca, dan apresiasi sastra. Dalam pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia ini lima aspek tersebut dianjurkan secara menyeluruh sesuai dengan kurikulum yang telah direncanakan.

Untuk mata pelajaran IPA terdiri atas ilmu Kimia, Fisika, dan Biologi. Sedangkan matapelajaran IPS terdiri atas ilmu Geografi, Sejarah, dan Ekonomi.

1.      MANFAAT MODEL FRAGMENTED
Salah satu manfaat dari model fragmented ini adalah menjaga agar suatu matapelajaran terjaga keaslian dan kemurniannya tidak tercampuri dengan matapelajaran yang lainnya. Oleh karena itu model ini menyiapkan seorang guru yang betul-betul pakar atau ahli di bidang matapelajaran yang ia ajarkan dan mampu mengajarkan, menggali, dan memahami materi tersebut secara luas dan mendalam. Dan model ini juga memberikan “zona kenyamanan” bagi seluruh pesertanya artinya guru akan ditempatkan sebagai seorang sumber belajar, sedangkan siswa sebagai pencari ilmu yang berbeda. Dengan bantuan seorang guru siswa akan banyak mendapatkan manfaat dari model fragmented ini.

2.      KEGUNAAN MODEL FRAGMENTED
Model fragmented ini akan berguna apabila diterapkan pada sekolah dasar yang siswanya memiliki berbagai macam karakter yang berbeda dengan berbagai macam bidang ilmu yang ada yang nantinya siswa akan didorong untuk memilih jurusan yang paling mereka sukai. Dan model ini sangat bermanfaat pada tingkat menengah atas dan universitas di mana masing-masing siswa akan kita dorong untuk menentukan dan mengkhususkan bidang keahlian yeng meraka miliki melalui serangkaian aktivitas seperti monitoring, pelatihan, serta kerja sama belajar. Selain itu model ini juga sangat bermanfaat untuk guru yang ingin lebih spesifik dalam keahliannya di bidang ilmu tertentu dan menggembangkan kurikulum yang ada dalam proses pembelajaran di kelas.




3.      KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MODEL FRAGMENTED
a)      Kelebihan
1)      Guru dapat menyiapkan bahan ajar sesuai dengan bidang keahliannya dan dengan mudah menentukan ruang lingkup bahasan yang diprioritaskan dalam setiap pengajaran
2)      Materi pelajaran merupakan bentuk yang murni dari setiap ilmu
3)      Menciptakan guru yang ahli dibidangnya serta dapat mengembangkan ilmunya secara luas

b)     Kekurangan
1)      Siswa tidak mampu membuat hubungan yang berkesinambungan antara macam bidang ilmu yang berbeda sehingga mereka tidak mampu membuat hubungan secara konsep dua mata pelajaran yang berbeda.
2)      Model ini akan menyebabkan semacam proses tumpang tindih dalam hal konsep, perilaku dan konsep yang dikuasai siswa.
3)      Tidak efisien waktu karena mata pelajaran disajikan secara terpenggal-penggal.

4.      PENERAPAN MODEL FRAGMENTED
Menurut Fogarty, 1991 (dalam Abdullah, 2007) model fragmented sangat cocok diterapkan pada tahap penjurusan mata pelajaran misalnya diterapkan pada tingkat Universitas ataupun Sekolah Menengah Atas yang dalam proses pembelajarannya terdapat penjurusan/pemisahan mata pelajaran.
Akan tetapi di Sekolah Dasar juga dapat diterapkan baik di kelas rendah maupun di kelas tinggi yaitu di kelas. Tergantung bagaimana guru bisa mengemas pembelajaran sebaik mungkin, agar siswa bisa lebih bermakna dalam mengikuti pembelajaran.
Sebagai contoh penerapan, berikut ini tentang pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar dengan menggunakan pembelajaran terpadu model fragmented.
Tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia adalah meningkatkan kemampuan berbahasa siswa baik lisan maupun tertulis. Kemampuan berbahasa meliputi kemampuan mendengarkan, membaca, berbicara, menulis, dan apresiasi sastra. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia diharapkan kelima kemampuan tersebut dapat meningkat baik secara lisan maupun tertulis.
Untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan berbahasa siswa diperlukan berbagai usaha, strategi maupun metode yang inovatif dan kreatif sehingga pembelajaran Bahasa Indonesia tidak menjadi pembelajaran yang membosankan bagi siswa. Dengan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan diharapkan siswa dapat belajar mandiri dan merasa bertanggung jawab untuk mengembangkan kemampuannya sendiri tanpa ada paksaan dari guru. Untuk mencapai tujuan tersebut seorang guru harus berusaha untuk membuat rencana pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, potensi, sarana dan prasarana yang tersedia.
Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, kelima aspek kemampuan berbahasa tersebut harus diberikan secara menyeluruh dan terencana, sehingga diharapkan siswa dapat meningkatkan dan menguasai kelima aspek tersebut baik secara lisan maupun tulis dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Namun dalam pembelajaran model Fragmented ini kelima aspek dalam keterampilan berbahasa di penggal-penggal dalam waktu yang berbeda. Hal itu dimaksudkan agar siswa bisa menguasai suatu pembelajaran secara mendalam. Model Fragmented ini dalam pemenggalannya bisa disampaikan dalam waktu yang berbeda atau juga penggunaan guru yang berbeda.

5.      CONTOH APLIKASI MODEL FRAGMENTED
Adapun aplikasi yang diterapkan seorang guru pada model pembelajaran fragmented antara lain, sebagai berikut:
a)      Seorang guru Bahasa akan menugaskan muridnya untuk menonoton berita sebagai pekerjaan rumah. Lalu murid akan lebih mengenal alur dari berita tersebut dan berkonsentrasi dengan baik pada saat mendengarkan berita tersebut.
b)      Guru Matematika akan melakukan permulaan pembelajaran dengan teorema-teorema agar murid dapat menguasai suatu bab dengan baik.

B.    MODEL CONNECTED (KETERHUBUNGAN)


Model Keterhubungan ini lahir dari adanya gagasan bahwa sebenarnya dalam setiap mata pelajaran berisi konten yang berkaitan antara topik dengan topik, konsep dengan konsep dapat dikaitkan secara eksplisit. Satu mata pelajaran dapat memfokuskan sub-sub yang saling berkaitan.
Pembelajaran terpadu model keterhubungan (connected model) menurut Fogarty ( dalam Yunitha, dkk, 2014 ) adalah : “model focuses on making explicit connections with each subject area, connecting one topic to the next, connecting one concept to another, connecting a skill to relatied skill, connecting one day’s work to the next, or even one semester’s ideas to the next”. Pengertian tersebut menunjukkankan bahwa fokus model connected adalah pada keterkaitan dalam seluruh bidang, keterkaitan antar topik, keterkaitan antar konsep, keterkaitan antar keterampilan, mengaitkan tugas pada hari ini dengan selanjutnya bahkan ide-ide yang dipelajari pada satu semester dengan ide-ide yang dipelajari pada semester berikutnya dalam satu bidang studi.
Menurut Novi Resmini ( dalam Yunitha, dkk, 2014 ) model connected dilandasi oleh anggapan bahwa butir-butir pembelajaran dapat dipayungkan pada induk mata pelajaran tertentu. Butir-butir pembelajaran kosakata, struktur, membaca, dan mengarang misalnya dapat dipayungkan pada mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Penguasaan butir-butir pembelajaran tersebut merupakan keutuhan dalam membentuk kemampuan berbahasa dan bersastra. Hanya saja pembentukan pemahaman, keterampilan dan pengalaman secara utuh tersebut tidak berlangsung secara otomatis. Karena itu guru harus menata butir-butir pembelajaran dan proses pembelajarannya secara terpadu.

1.      MANFAAT MODEL CONNECTED
Model pembelajaran terpadu tipe Connected (terhubung) berguna sebagai langkah awal menuju kurikulum yang integral (terpadu).  Guru merasa yakin dalam mencari hubungan antar konsep, ide, topik dan keterampilan dalam satu disiplin ilmu (mata pelajaran). Dengan kemampuan/keahlian dalam menghubungkan konsep dalam satu disiplin ilmu, menjadikan mereka ahli/mudah untuk menghubungkan konsep, topik, keterampilan lintas disiplin ilmu (mata pelajaran). Juga  dalam hal pembuatan koneksi bisa dilakukan secara kolaboratif dalam pertemuan tim guru. Penggunaan model connected dalam suatu sekolah atau tingkat yang lebih tinggi oleh tim guru merupakan cara/strategi yang terbaik/bermanfaat untuk menghasilkan model integrasi/penggabungan yang lebih kompleks pada suatu saat nanti.



2.      KEGUNAAN MODEL CONNECTED
Model connected pada dasarnya menghubungkan topik-topik dalam satu disiplin ilmu. Konsep-konsep yang saling terhubung tersebut mengarah pada pengulangan (review), rekonseptualisasi, dan asimilasi gagasan-gagasan dalam suatu disiplin ilmu. Dalam model connected, hubungan antar disiplin ilmu tidak berkaitan, content tetap focus pada satu disiplin ilmu.
3.      KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MODEL CONNECTED
a)      Kelebihan
1)      Dampak positif dari mengaitkan ide-ide dalam satu bidang studi adalah peserta didik memperoleh gambaran yang luas sebagaimana suatu bidang studi yang terfokus pada suatu aspek tertentu.
2)      Peserta didik dapat mengembangkan konsep-konsep kunci secara terus menerus, sehingga terjadilah proses internalisasi.
3)      Menghubungkan ide-ide dalam suatu bidang studi sangat memungkinkan bagi peserta didik untuk mengkaji, mengkonseptualisasi, memperbaiki, serta mengasimilasi ide-ide secara terus menerus sehingga memudahkan untuk terjadinya proses transfer ide-ide dalam memecahkan masalah.
4)      Adanya hubungan antar ide-ide dalam satu mata pelajaran, anak akan memperoleh gambaran yang lebih jelas dan luas dari konsep yang dijelaskan dan peserta didik diberi kesempatan untuk melakukan pedalaman, tinjauan, memperbaiki dan mengasimilasi gagasan secara bertahap.




b)     Kekurangan
1)      Masih kelihatan terpisahnya antar bidang studi, walaupun hubungan dibuat secara eksplisit antara mata pelajaran (interdisiplin). (Hadisubroto, dalam Trianto)
2)      Tidak mendorong guru untuk bekerja secara tim, sehingga isi dari pelajaran tetap saja terfokus tanpa merentangkan konsep-konsep serta ide-ide antar bidang studi,
3)      Memadukan ide-ide dalam satu bidang studi, maka usaha untuk mengembangkan keterhubungan antar bidang studi menjadi terabaikan.
4)      Model ini belum memberikan gambaran yang menyeluruh karena belum menggabungkan bidang-bidang pengembangan/mata pelajaran lain.

4.      PENERAPAN MODEL CONNECTED
Dalam proses belajar mengajar, model connected digunakan untuk menghubungkan beberapa materi atau kompetensi tertentu yang memiliki karakteristik yang saling terkait dengan tetap berpedoman pasa standar kompetensi dan kompetensi dasar. Adapun cara menghubungkan materi-materi yang saling terkait tersebut ialah dengan membuat “jembatan pengetahuan”. Jembatan pengetahuan dapat berupa wacana, berita, diskusi, alat peraga dan lain-lain yang dianggap mampu mengantarkan pemahaman siswa dari materi satu ke materi brikutnya. Materi-materi yang tidak memiliki keterkaitan tidak bisa dipaksakan untuk dihubungkan. Jika dipaksakan, dimungkinkan siswa akan semakin bingung dalam merekonstruksi pengetahuan.




5.         CONTOH APLIKASI MODEL CONNECTED
Pembelajaran berbahasa yang meliputi aspek mendengarkan, aspek berbicara, aspek membaca dan aspek menulis dipayungkan kepada pembelajaran apresiasi sastra.
a)      Aspek mendengarkan: mengidentifikasi unsur cerita rakyat yang didengarnya
b)      Aspek berbicara: memerankan tokoh drama dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat
c)      Aspek membaca: menyimpulkan isi cerita dalam beberapa kalimat
d)      Aspek menulis: menulis dialog sederhana dua atau tiga tokoh dengan memperhatikan isi serta perannya.

C.   LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN TERPADU MODEL FRAGMENTED DAN CONNECTED
Karena dalam pembelajaran terpadu, sintaksnya dapat diakomodasi dari berbagai model pembelajaran.
1.      Tahap Perencanaan
a)      Memilih kajian materi, standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator yang akan dipadukan
b)      Merumuskan Indikator Hasil Belajar
c)      Menentukan langkah-langkah pembelajaran
2.      Tahap Pelaksanaan
3.      Tahap Evaluasi


BAB III
Penutup

A.   SIMPULAN
Model Fragmented adalah susunan kurikulum tradisional yang memisahkan berbagai macam disiplin ilmu. Di dalam kurikulum standar, berbagai mata pelajaran diajarkan secara terpisah dan sama sekali tidak ada usaha untuk menghubungkan dan menggabungkan pelajaran-pelajaran tersebut.
Model Keterhubungan ini lahir dari adanya gagasan bahwa sebenarnya dalam setiap mata pelajaran berisi konten yang berkaitan antara topik dengan topik, konsep dengan konsep dapat dikaitkan secara eksplisit. Satu mata pelajaran dapat memfokuskan sub-sub yang saling berkaitan.

B.    SARAN
Dengan pembelajaran terpadu menggunakan model fragmented dan model connected, diharapkan pemikiran siswa akan berkembang tanpa dibatasi oleh materi-materi dan tuntutan pembelajaran yang justru akan membingungkan siswa.



DAFTAR PUSTAKA

Abdullah. (2007). “Pengertian Kurikulum Model Fragmented (Penggalan)”. Jurnal Pendidikan. Malang : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Negeri Malang. No.2 Vol.19 (01-02).

Yunitha, dkk. (2014). “Pengaruh Model Pembelajaran Terpadu Tipe Connected Terhadap Siswa kelas IV SD”. Jurnal Pendidikan. Singaraja : FIP Universitas Pendidikan Ganesha. No.1 Vo.1 (03-07).

Resmini, Novi. “Model-model Pembelajaran Terpadu”. Jurnal Pendidikan. Bandung : FKIP Universitas Pendidikan Indonesia.

Artikel Online
Syaefulrachman, Yogi (2012). “Pembelajaran Terpadu Model Fragmented”. Tersedia (Online) : https://yogisyaefulrachman.wordpress.com/2012/11/16/makalah-pembelajaran-terpadu-model-fragmented-dan-connected/ [24 September 2017 @18:31]

Blogulum. (2016). “Model Connected (Terhubung)”. Tersedia [Online] : http://blogeulum.blogspot.co.id/2016/03/model-connected-terhubung.html [24 September 2017 @18:37]

Wordpress. (2013). “Pembelajaran Terpadu Tipe Connected”. Tersedia [Online] : https://journal424.wordpress.com/2013/02/10/pembelajaran-terpadu-tipe-connected/comment-page-1/ [24 September 2017 @18:42]